Pembentukan Kecamatan Air Kumbang

07 Juni 2012, 14:36, dibaca 1861 kali
Share |

2.1. Ruang Lingkup Studi
Studi kelayakan pembentukan Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin ini meliputi pengumpulan dan analisis berbagai variabel yang berkaitan dengan kriteria yang disyaratkan oleh PP Nomor 19 Tahun 2008 tentang Kecamatan, dengan memperhatikan faktor dan indikator pembentukan kecamatan, yaitu faktor penduduk, luas daerah, rentang kendali, aktivitas perekonomian, dan ketersediaan sarana dan prasarana.

2.2. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian evaluatif. Penelitian mengevaluasi kemampuan daerah kecamatan dan menggambarkan tingkat kekuatan atau pengaruh variabel yang diamati terhadap keberhasilan implementasi kebijakan pembangunan, yang selanjutnya akan didesain secara deskriptif analitis dengan menggunakan analisis kualitatif.
Kajian terhadap tingkat kemampuan daerah kecamatan diharapkan selain dapat disusun berbagai alternatif desain pengembangan kecamatan juga dapat menentukan pilihan prioritas tindakan guna meningkatkan potensi daerah hingga mampu menjadi daerah yang berhasil.

2.3. Pendekatan Penelitian
Kajian akademik “Pembentukan Kecamatan Air Kumbang sebagai Pemekaran Kecamatan Banyuasin I” dilakukan dengan pendekatan kewilayahan, yaitu mengkaji kelayakan potensi wilayah Calon Kecamatan Air Kumbang menjadi daerah kecamatan.
Melalui pendekatan penelitian ini dapat diketahui secara objektif dan mendalam tingkat kemampuan daerah kecamatan baru dalam penyelenggaraan pembangunan melalui pengukuran terhadap indikator dan sub indikator dari variabel kemampuan ekonomi, potensi daerah, sosial budaya, sosial politik, jumlah penduduk, luas daerah dan pertimbangan lain yang memungkinkan terselenggaranya pemerintahan kecamatan baru.

2.4. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam studi ini adalah data sekunder berupa dokumen dan publikasi yang dikumpulkan dari dinas atau instansi terkait

2.5. Metode Analisis
Analisis data dilakukan secara deskriptif, yaitu dengan melakukan penilaian mengenai syarat, kriteria dan indikator.

2.5.1. Metode Penilaian Pembentukan Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin
Metode penilaian pembentukan Kecamatan Air Kumbang, yaitu dengan mengidentifikasi data, membandingkan dan mengkaji hubungan antar faktor dan indikator, dan menilai kebermaknaan data sesuai dengan faktor dan indikator yang ditetapkan PP Nomor 19 Tahun 2008
 

2.6. Cara Penghitungan Indikator

1. Jumlah Penduduk
Semua orang yang berdomisili di suatu daerah selama 6 (enam) bulan atau lebih dan atau mereka yang berdomisili kurang dari 6 (enam) bulan tetapi bertujuan menetap.
2. Luas Daerah/Wilayah Keseluruhan
Jumlah luas daratan ditambah luas lautan.
3. Wilayah Efektif yang Dapat Dimanfaatkan
Wilayah yang dapat dimanfaatkan untuk kawasan budidaya di luar kawasan lindung.
4. Rata-rata Jarak Desa ke Pusat Pemerintahan Kecamatan (Ibukota Kecamatan)
Jumlah jarak desa/kelurahan ke pusat pemerintahan kecamatan (Ibukota Kecamatan) dibagi jumlah desa/kelurahan.
5. Rata-rata Waktu Perjalanan dari Desa ke Pusat Pemerintahan (Ibukota Kecamatan)
Jumlah waktu perjalanan dari desa/kelurahan ke pusat pemerintahan (ibukota kecamatan) dibagi jumlah desa/kelurahan.
5. Jumlah Bank
Jumlah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
6. Lembaga Keuangan Bukan Bank
Jumlah badan usaha selain bank, meliputi asuransi, pegadaian, dan koperasi.

7. Kelompok Pertokoan
Sejumlah toko yang terdiri atas paling sedikit 10 (sepuluh) toko dan mengelompok dalam satu kelompok pertokoan bangunan fisiknya dapat lebih dari satu.
8. Jumlah Pasar
Prasarana fisik yang khusus dibangun untuk tempat pertemuan antara penjual dan pembeli barang dan jasa, yang aktivitasnya rutin dilakukan setiap hari.
9. Rasio Sekolah Dasar Per Penduduk Usia Sekolah Dasar
Jumlah Sekolah Dasar dibagi jumlah penduduk usia 7-12 tahun.
10. Rasio Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Per Penduduk Usia Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama
Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dibagi jumlah penduduk usia 13-15 tahun.
11. Rasio Sekolah Lanjutan Tingkat Atas Per Penduduk Usia Sekolah Lanjutan Tingkat Atas
Jumlah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas dibagi jumlah penduduk usia 16-18 tahun.
12. Rasio Tenaga Medis Per Penduduk
Jumlah dokter, perawat, dan mantri kesehatan dibagi jumlah penduduk.
13. Rasio Fasilitas Kesehatan Per Penduduk
Jumlah rumah sakit, rumah sakit bersalin, poliklinik baik negeri maupun swasta dibagi jumah penduduk.
14. Persentase Rumah Tangga yang Mempunyai Kendaraan Bermotor atau Perahu atau Perahu Motor atau Kapal Motor
Jumlah rumah tangga yang mempunyai kendaraan bermotor atau perahu atau perahu motor atau kapal motor dibagi dengan jumlah rumah tangga dikali 100.
15. Persentase Pelanggan Listrik Terhadap Jumlah Rumah Tangga
Jumlah rumah tangga yang menggunakan listrik PLN dan Non-PLN dibagi jumlah rumah tangga dikali 100.
16. Rasio Panjang Jalan Terhadap Jumlah Kendaraan Bermotor
Jumlah panjang jalan dibagi jumlah kendaraan bermotor.
17. Rasio Sarana Peribadatan Per Penduduk
Jumlah masjid, gereja, pura, vihara dibagi jumlah penduduk.
18. Rasio Fasilitas Lapangan Olah Raga Per Penduduk
Jumlah lapangan bulu tangkis, sepak bola, bola volly, dan kolam renang dibagi jumlah penduduk.
19. Balai Pertemuan
Tempat (gedung) yang digunakan untuk pertemuan masyarakat melakukan berbagai kegiatan interaksi sosial.

2.7. Metode Penilaian

  1. Penilaian yang digunakan adalah sistem skoring, untuk pembentukan kecamatan baru terdiri dari dua macam metode, yaitu: (1) Metode rata-rata, dan (2) Metode kuota.
  2. Metode rata-rata adalah metode yang membandingkan besaran/nilai tiap calon kecamatan dan kecamatan induk terhadap besaran/nilai rata-rata keseluruhan kecamatan di kabupaten/kota. Dalam hal terdapat kecamatan yang memiliki besaran/nilai indikator yang sangat berbeda (di atas 5 kali dari besaran/nilai terendah), maka besaran/nilai tersebut tidak diperhitungkan.
  3. Metode kuota adalah metode yang menggunakan angka tertentu sebagai kuota penentuan skoring, baik terhadap calon kecamatan maupun kecamatan induk. Untuk daerah kabupaten, kuota jumlah penduduk kecamatan untuk pembentukan kecamatan adalah 10 kali rata-rata jumlah penduduk desa/kelurahan seluruh kecamatan di kabupaten yang bersangkutan. Untuk daerah kota, kuota jumlah penduduk kecamatan untuk pembentukan kecamatan adalah 5 kali rata-rata jumlah penduduk desa/kelurahan seluruh kecamatan di kota yang bersangkutan. Semakin besar perolehan besaran/nilai calon kecamatan dan kecamatan induk (apabila dimekarkan) terhadap kuota pembentukan kecamatan, maka semakin besar skornya.
    4. Setiap indikator mempunyai skor dengan skala 1-5. Skor 5 masuk dalam kategori sangat mampu, skor 4 kategori mampu, skor 3 kategori kurang mampu, skor 2 kategori tidak mampu dan skor 1 kategori sangat tidak mampu.
    5. Pemberian skor 5 apabila besaran/nilai indikator lebih besar atau sama dengan 80 persen besaran/nilai rata-rata, pemberian skor 4 apabila besaran/nilai indikator lebih besar atau sama dengan 60 persen besaran/nilai rata-rata, pemberian skor 3 apabila besaran/nilai indikator lebih besar atau sama dengan 40 persen besaran/nilai rata-rata, pemberian skor 2 apabila besaran/nilai indikator lebih besar atau sama dengan 20 persen besaran/nilai rata-rata, pemberian skor 1 apabila besaran/nilai indikator kurang dari 20 persen besaran/nilai rata-rata
     

 



Send Your Comment:

grinLOLcheesesmilewinksmirkrolleyesconfused
surprisedbig surprisetongue laughtongue rolleyetongue winkraspberryblank starelong face
ohhgrrrgulpoh ohdownerred facesickshut eye
hmmmmadangryzipperkissshockcool smilecool smirk
cool grincool hmmcool madcool cheesevampiresnakeexcaimquestion